KOTA SEMARANG BERBURU BIBIT ATLET MASA DEPAN

Pengukuran panjang duduk

Hand wall toss tes

Pemerintah Kota Semarang, dalam upayanya untuk menjaring bibit-bibit atlet berprestasi, menggelar tes antropometri secara besar-besaran. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik sekolah dasar di Kota Semarang yang memiliki tinggi badan minimal 160 cm. Tes yang dilaksanakan bertujuan untuk mengidentifikasi potensi fisik anak-anak usia dini yang memiliki postur tubuh ideal untuk cabang olahraga tertentu. Salah satu sekolah yang antusias mengikuti kegiatan ini adalah SDN Bulustalan, yang mengirimkan tiga perwakilan terbaiknya, yakni Habib, Asha, dan Afra.

Pelaksanaan tes antropometri ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dari peserta didik dan sekolah-sekolah di Kota Semarang. Berbagai ukuran tubuh, seperti tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, hingga panjang lengan dan kaki, diukur secara cermat oleh tim ahli. Data yang diperoleh dari tes ini akan dianalisis untuk menentukan potensi olahraga yang paling sesuai bagi masing-masing peserta didik.

Anak-anak yang lolos seleksi tahap awal akan mengikuti pembinaan lebih lanjut yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Pembinaan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat olahraga mereka secara optimal sehingga kelak dapat mengharumkan nama bangsa di kancah olahraga internasional. Melalui program ini, diharapkan akan lahir generasi emas atlet Indonesia yang mampu meraih prestasi membanggakan di ajang-ajang olahraga bergengsi.

Pelaksanaan tes antropometri yang berlangsung pada tanggal 5 September 2024 di SD Labschool UNNES, Semarang, diikuti oleh ratusan peserta didik di Kota Semarang.