
.jpeg)
SDN Bulustalan menunjukkan komitmen kuat terhadap kesehatan peserta didiknya melalui pelaksanaan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan imunisasi lanjutan pada tanggal 4 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi erat dengan Puskesmas Pandanaran, yang secara aktif membawa layanan kesehatan berkualitas langsung ke lingkungan sekolah. Sasaran utama program kesehatan terpadu ini adalah peserta didik Kelas 1, Kelas 5, dan Kelas 6, mencakup kelompok usia strategis yang membutuhkan pemantauan kesehatan berkala dan imunisasi wajib. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan yang mungkin terjadi, tetapi juga untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat sejak usia sekolah dasar.
Fokus utama kegiatan CKG adalah melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang disesuaikan dengan kebutuhan usia. Lebih dari sekadar pemeriksaan fisik, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk pemenuhan program imunisasi nasional. Siswa Kelas 1 mendapatkan imunisasi Measles-Rubella (MR) sebagai perlindungan terhadap penyakit campak dan rubela. Sementara itu, untuk siswa putri Kelas 5 diberikan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) sebagai langkah pencegahan dini terhadap kanker serviks. Imunisasi HPV juga diperluas bagi siswi Kelas 6 yang sebelumnya belum pernah mendapatkan dosis vaksin tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dengan prosedur yang ramah anak, dibantu oleh tim medis profesional dari Puskesmas Pandanaran untuk memastikan kenyamanan dan keamanan seluruh peserta didik.
Pelaksanaan CKG dan imunisasi di SDN Bulustalan ini merupakan wujud nyata dari sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan dalam menciptakan generasi sehat dan produktif. Data hasil pemeriksaan kesehatan akan menjadi acuan penting bagi guru dan orang tua untuk menindaklanjuti kondisi kesehatan spesifik siswa, mulai dari status gizi, kesehatan mata, telinga, hingga gigi. Dengan adanya program kesehatan terintegrasi seperti ini, SDN Bulustalan berharap dapat meminimalisir gangguan kesehatan yang dapat menghambat proses belajar-mengajar, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai sekolah yang peduli dan proaktif dalam menjamin kesejahteraan fisik dan mental setiap peserta didiknya.